FAMILY

Amankah Ibu Hamil Mengonsumsi Obat Antidepresan?

Raka Lestari
Selasa 11 Agustus 2020 / 11:07

Jakarta: Obat-obatan antidepresan biasanya digunakan untuk mengatasi gangguan depresi. Selama didapatkan melalui resep dokter, mengonsumsi antidepresan seharusnya aman. 

Namun, bagaimana jika wanita hamil mengalami gejala depresi dan membutuhkan obat antidepresi tersebut? Apakah aman dikonsumsi?

Dalam wawancara dengan The List, Zaher Merhi, MD, HCLD, FACOG, pakar kesuburan di New Hope Fertility Center, menjelaskan depresi selama kehamilan dan gangguan mood lainnya seperti kecemasan dapat berdampak buruk bagi wanita hamil.

Dokter kandungan biasanya akan melakukan skrining untuk depresi dan kecemasan setidaknya satu kali selama perawatan kehamilan. Sebanyak 9 persen wanita mungkin akan mengalami depresi selama kehamilannya.

“Beberapa alasan yang dikaitkan dengan depresi selama kehamilan diantaranya adalah kehamilan yang tidak diinginkan, tidak adanya pasangan dan kurangnya dukungan sosial, riwayat depresi, stres secara keseluruhan, kekerasan dalam rumah tangga, dan masalah ekonomi,” jelas Merhi.

Ia mengatakan bahwa antidepresan lebih digambarkan sebagai “spektrum” dibandingkan menentukan itu aman atau tidak.

embed

(Beberapa intervensi non-medis yang mungkin bisa membantu mengatasi depresi pada wanita hamil, diantaranya adalah melakukan meditasi atau yoga. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)

Menurut FDA Amerika Serikat, obat kategori A berarti studi terkontrol tidak menunjukkan risiko pada bayi yang belum lahir. Kategori B berarti tidak ada bukti risiko pada manusia, bupropion contohnya. Kebanyakan antidepresan termasuk dalam kategori C, di mana risiko tidak dapat dikesampingkan.

“Calon ibu yang mengonsumsi obat-obatan antidepresan ini sebaiknya melakukan diskusi terlebih dahulu dengan dokter kandungan mereka mengenai kondisinya untuk menentukan pro dan kontra jika mengonsumsi obat-obatan antidepresan tersebut. Jika ingin pilihan yang lebih aman, bisa juga memilih terapi non-medis untuk risiko yang lebih rendah,” anjur Merhi.

Menurut Merhi, berdasarkan tingkat keparahan dari masalah kesehatan mental yang dialami tersebut sebaiknya penyedia kesehatan bisa memutuskan apakah penggunaan obat antidepresan dan penstabil suasana hati layak untuk diberikan. Tentunya, dengan menimbang risiko atau efek samping yang mungkin terjadi.

“Sebagai contoh, jika seorang wanita hamil secara verbal mengungkapkan ingin melakukan percobaan bunuh diri maka sangat penting untuk dirinya mendapatkan obat-obatan dan mungkin bisa dilakukan perawatan di rumah sakit untuk dilakukan observasi,” papar Merhi.

Beberapa intervensi non-medis yang mungkin bisa membantu mengatasi depresi pada wanita hamil, diantaranya adalah melakukan meditasi, yoga, berolahraga, mengonsumsi makan sehat, dan mengonsumsi suplemen tambahan.


(yyy)

MOST SEARCH