FAMILY

Begini Cara Menghadapi Suami yang 'Moody'

Kumara Anggita
Selasa 05 Mei 2020 / 12:46

Jakarta: Ada masanya ketika suami sedikit-sedikit marah, dan hal ini bisa membuat para istri frustasi tentunya. Apapun yang dibuat istri jadi terasa salah di mata suami.

Lantas, apa yang harus dilakukan?

Menurut Reynitta Poerwito, Bach of Psych.,M.Psi.,Psikolog dalam Konsul Psikolog 1, dalam keadaan seperti ini, mungkin ada yang berusaha untuk membuat mood suami menjadi lebih baik namun tak berhasil. Ia mengatakan agar jangan terlalu ambil hati karena ini adalah masalah personalnya sendiri. 

“Hal pertama yang harus dimengerti adalah kita tidak dapat menyenangkan hati suami walau kita sudah berusaha menuruti apa yang dia inginkan kalau memang suami tidak bahagia dari dalam dirinya sendiri,” ujarnya.

Jadi tak heran kalau apapun yang dilakukan selalu salah di mata suami. Memang jika kita berada di dalam hubungan yang demanding, pasti lama kelamaan akan terasa lelah batin. 

Saat ini terjadi, alihkan fokus kamu ke hal yang lebih penting yaitu diri kamu sendiri dan anak. Hal ini akan memberikan hasil yang lebih produktif.

embed

(Kamu juga bisa mencoba untuk membicarakan apa yang menjadi penyebab mood buruk suami akhir-akhir ini. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Bila suami juga memiliki sifat yang temperamental, Rey menganjurkan agar kamu fokus pada perlindungan anak dan diri sendiri. 

“Harus memikirkan bagaiamana caranya agar diri sendiri dan anak tetap terlindungi dari risiko bahaya yang bisa datang. Konflik yang terjadi di depan anak kita pasti akan berpengaruh ke perkembangan mentalnya. Sehingga kita sebagai orangtua harus bisa berhati-hati dalam bersikap dan berkata-kata kalau di depan anak kita,” ujarnya. 

Kamu juga bisa mencoba untuk membicarakan apa yang menjadi penyebab mood buruk suami akhir-akhir ini. Mungkin ada baiknya kalau ngobrol sama suami dan introspeksi diri bersama-sama untuk saling merubah sikap menjadi lebih positif.

Bila situasi tidak mendukung, tak ada salahnya untuk berkonsultasi pada psikolog.

“Kalau situasinya terasa tidak memungkinkan untuk ngobrol dan cari solusi bareng, mungkin pasangan butuh penengah seperti konsultan pernikahan atau sama-sama pergi ke psikolog (kalau situasi pandemi sudah mereda) untuk mencari jalan keluar dari masalah komunikasi yang terhambat dalam hubungan rumah tangga,” anjur Rey.


(yyy)

MOST SEARCH