GADGET TALK

Bangunan Kaca Kian Mempercantik Apple Store Bangkok

Gervin Nathaniel Purba
Rabu 05 Agustus 2020 / 15:05

Jakarta: Sebuah perusahaan teknologi multinasional membangun toko barunya dengan desain unik di Bangkok, Thailand. Bangunan Apple Store tersebut terbuat dari bangunan kaca dua lantai dengan atap kanopi pohon raksasa.

Terletak di jantung Ratchaprasong, sebuah persimpangan ikonik di Bangkok, Apple Store tersebut akan membuka pintunya pertama kali pada Jumat, 31 Juli 2020.

Dilansir dari Asia One, Apple Store dengan julukan Apple Central World tersebut menjadi toko ritel Apple kedua di Thailand. Sebelummnya, Apple Store yang pertama terletak di pusat perbelanjaan Iconsiam.

Dalam siaran persnya, toko akan menampilkan panel kaca besar dan tangga spiral. Lengkap dengan perabotan kayu di setiap sudut.

embed

(Apple Store tersebut tidak hanya menjual produk Apple saja. Toko tersebut akan menjadi ruang untuk forum, ruang rapat, dan tampilan mandiri. Foto: Dok. Asiaone.com)

Bangunan dua lantai ini bertempat di bawah atap kanopi pohon. Struktur tersebut dinilai cukup mirip dengan pohon-pohon supertree di Gardens by the Bay, Singapura.

Ada pintu masuk di lantai dasar dan atas. Kemudian, terhubung langsung ke stasiun Skytrain dan pusat perbelanjaan terdekat.

Pengunjung dapat melakukan perjalanan diantara lantai melalui tangga spiral yang membungkus inti timbre, atau dengan naik lift silindris.

Menariknya, Apple Store tersebut tidak hanya menjual produk Apple saja. Toko tersebut akan menjadi ruang untuk forum, ruang rapat, dan tampilan mandiri. Toko ini juga akan mengadakan sesi Today hari ini di Apple dengan artis, musisi, dan kreatifitas Bangkok.

embed

(Store ini juga terhubung langsung ke stasiun Skytrain dan pusat perbelanjaan terdekat. Foto: Dok. Asiaone.com)

Jika terlalu dingin di dalam, pengunjung juga dapat menjelajahi plaza luar ruangan dan berendam dalam keindahan alam dengan bangku-bangku dan pohon-pohon Terminalia besar yang mengelilingi bangunan.

Pada hari pembukaan, pengunjung akan disambut oleh lebih dari 130 anggota tim yang berbicara dalam 17 bahasa berbeda. Namun sayangnya, kunjungan hanya berdasarkan janji temu.


(yyy)

MOST SEARCH