FAMILY

Perlukah Terbuka pada Pasangan tentang Pengalaman Seks?

Sunnaholomi Halakrispen
Selasa 04 Agustus 2020 / 09:37

Jakarta: Menjalin hubungan asmara dengan pacar perlu keterbukaan. Namun, perlukah terbuka tentang pengalaman seks di masa lalu? Bukankah kisah hubungan seksual di masa lalu merupakan privasi masing-masing orang?

"Jadi yang mau aku sampaikan juga adalah pertama, sebelum kita membuka topik itu dan menanyakan, pastikan kita siap juga untuk menerima jawabannya," ujar Inez Kristanti, M.Psi., Psikolog, Psikolog Klinis dan Sexuality Educator. 

Kemudian, pastikan juga bahwa pertanyaan tersebut ditanyakan karena ada satu tujuan yang memang baik untuk kamu dan pasangan. Bukan sebaliknya, atau sekadar ingin tahu atau kepo.

Sebab, terkadang yang terjadi adalah orang ingin kepo saja tentang apa yang terjadi dengan pacarnya di masa lalu. Dengan kata lain, sebelum kamu, ada siapa dan bagaimana hubungan pacarmu dengan pacarnya di masa lalu. 

"Apakah kalau ditanya itu akan membantu hubungannya menjadi lebih hangat atau ada improvement di dalam hubungan? Enggak juga. Maka hati-hati juga. Ketika kita menanyakan, iya kalau misalnya jawaban itu sesuai dengan yang kia harapkan," paparnya.

embed

(Inez mengingatkan agar sebelum kita membuka topik itu dan menanyakan, pastikan kita siap juga untuk menerima jawabannya. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)

Jika, kamu menanyakan pengalaman seksual pacar kemudian jawabannya tidak sesuai dengan yang diharapkan, nanti kamu malah menjadi lebih insecure. Akan berisiko munculnya isu kepercayaan dengan pasangan.

"Jadi batasannya manapun yang kalian tentukan sebelum menanyakan pertanyaannya itu pastikan kalian sudah tahu tujuan dari pembahasan itu apa. Pastikan juga tujuannya memang yang membawa dampak baik pada hubungan," jelas Inez.

"Tetapi, ada satu hal terkait aspek seksualitas yang menurut aku perlu untuk dibicarakan, yaitu status kesehatan seksual masing-masing. Jadi mungkin kembali lagi, kalau terkait detailnya, aktivitas seksualnya, siap tidak untuk mendengar itu?" tambahnya.

Bila, kamu tidak siap dengan jawaban sang kekasih yang di luar ekspektasi atau membuatmu menjadi insecure, mungkin lebih baik tidak perlu menanyakannya. Maka, pikirkanlah dengan matang tentang tindakan apa yang tepat untuk dilakukan.

"Tetapi, memang terkait kesehatan seksual kita masing-masing itu perlu banget, karena itu menyangkut kesehatan seksual pasangan kita juga nantinya. Kalau ada hal-hal atau kondisi kesehatan tertentu yang memang perlu diketahui dan mungkin bisa memberikan dampak positif ke pasangan atau ke keturunan kita, itu fair dong," pungkas Inez.


(yyy)

MOST SEARCH