FAMILY

Kehamilan dalam Kolam Renang? Ini Jawaban Pakar

Kumara Anggita
Selasa 25 Februari 2020 / 17:00

Jakarta: Komisioner KPAI, Sitti Hikmawatty sempat menyebutkan bahwa perempuan bisa hamil saat berenang di kolam bersama laki-laki. Sitti minta maaf atas pernyataannya ini karena apa yang disampaikan adalah sebuah kesalahan.

Menurut dr. Sarah Picadela, SpOG, untuk terjadinya kehamilan prosesnya lebih kompleks. Berenang di dalam kolam bersama laki-laki saja tak mampu membuat kehamilan.

“Kehamilan adalah proses penyatuan sel sperma (ayah) dan ovum (ibu). Yang masing-masing membawa informasi genetik yang akan diwariskan. Hasil penyatuan dua sel ini menjadi zigot yg lambat laun menjadi embrio lalu janin. Sudah jelas apa tendernya, tinggi. Badan penampakan sampe level intelektual sudah lengkap pada saat jadi zigot. Tapi sebelum terjadi hasil konspeksi, harus diikuti beberapa syarat,” jelasnya.  

embed

(dr. Sarah mengatakan kehamilan di kolam renang karena ada laki-laki dan perempuan di dalamnya adalah sebuah mitos. Foto: Ilustrasi. Dok. Unsplash.com)

Dr. Sarah mengatakan syarat terjadinya kehamilan antara lain dari pihak laki- laki harus diawali dengan penyemprotan sperma yang matang, sehat, dan berkualitas di liang vagina pada saat senggama. Adapun, ciri sperma yang sehat adalah memiliki kekentalan normal, jumlah yang banyak, berwarna putih kekuningan, dan memiliki aroma yang normal.

Sementara  perempuan juga harus memiliki sel ovum, tuba falopi, dan rahim yang  sehat untuk mendukung kehamilan.

"Tak hanya itu, sperma sendiri sangat cepat mati bila berada di luar tubuh, terkena paparan temperatur, kelembapan, dan tekanan yang tidak tepat. Oleh karena itu, kehamilan di kolam renang karena ada laki-laki dan perempuan di dalamnya adalah sebuah mitos," pungas dr. Sarah. 


(yyy)

MOST SEARCH