EXTERIOR

Mengenal 'John Brewer' Hotel Terapung Mewah Pertama di Dunia

Intan Yunelia
Rabu 15 Juli 2020 / 10:13

Jakarta: Banyak hotel di dunia kini dibangun dengan konsep terapung di atas permukaan air. Namun, John Brewer adalah hotel mewah pertama yang dibangun terapung di New South Wales, Australia.

Awalnya, bangunan inibernama 'John Brewer Floating Hotel'. Hotel tersebut dibangun di Singapura dan direncanakan akan berlokasi di lepas pantai Australia di Great Barrier Reef sebagai hotel terapung pertama di dunia, atau floatel, sebagaimana dimaksud.

Namun, serangkaian kemalangan dan masalah keuangan telah membawanya ke Vietnam dan kemudian ke Korea Utara, di mana diputuskan untuk mengakhiri hotel terapung bersejarah. 

Doug Tarca, penyelam kelahiran Italia yang bermigrasi ke Australia pada tahun 1935, bersemangat untuk melestarikan keajaiban Great Barrier Reef dan berbagi keindahan mereka dengan dunia.

Setelah mendapatkan izin untuk memanen karang dan beberapa usaha yang terkait dengan Great Barrier Reef, ia menjadi tokoh kunci dalam pengembangan hotel terapung tersebut.

embed

(Secara resmi, hotel terapung ini memiliki staf 98 orang dan dapat menampung hingga 356 tamu di 140 kamar ganda dan 34 suite mewah. Foto: Dok. Boredpanda.com)

Dan, hasilnya tidak kalah spektakuler. Menjanjikan "surga di laut", John Brewer Floating Hotel (di bawah manajemen Four Seasons) membuka pintunya pada tahun 1988 sebagai bangunan tinggi berlantai 5 yang menampung hampir 200 kamar. Serta, sejumlah klub malam, bar, dan restoran, helipad, lapangan tenis, hingga observatorium bawah air sebanyak 50 kursi.

Memiliki luas 89,2 meter dan tinggi 27,6 meter dari permukaan laut. Hotel ini dioperasikan dengan mesin berkapasitas 200 ton bahan bakar minyak untuk menghasilkan listrik 2.300 kW. Secara resmi, hotel terapung ini memiliki staf 98 orang dan dapat menampung hingga 356 tamu di 140 kamar ganda dan 34 suite mewah.

Dengan sedikit sentuhan ironis, terlepas dari visi awal Tarca untuk menjadikan hotel berfungsi sebagai tempat orang dapat mengagumi Great Barrier Reef, sejumlah besar karang harus dihilangkan di terumbu John Brewer tempat hotel itu berada. Ini menyebabkan kemarahan besar di antara para pelestari lingkungan.

Sering Berpindah-pindah

Setelah, mendapatkan kritik dari para aktivis lingkungan. Alih-alih, sebagai tempat orang untuk mengagumi keindahan alam bawah laut, justru sejumlah besar terumbu karang harus dihilangkan di tempat hotel itu berada. 

Tahun pertama berdirinya, hotel ini diterjang badai topan yang melanda Queens?and, Australia. Kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapai 2,3 juta USD. 

Terlebih lagi, hotel ini ternyata mengalami kerugian finansial sangat besar dan akhirnya harus dijual. Menurut laporan lSouthern Cross University, dilaporkan bahwa BRH, perusahaan yang memiliki hotel ini merugi 7,89 juta USD dalam kurun waktu 1987-1988. 

embed

(Setelah bertahun-tahun tak beroperasi, Presiden Korea Utara, Kim Jong-Un, berniat untuk membangun kembali hotel apung dengan selera dan estetika Korea Utara. Foto: Dok. Boredpanda.com)

Lalu, hotel tersebut harus berpindah setelah lokasinya ditemukan sebagai tempat pembuangan amunisi raksasa Perang Dunia 2 di laguna John Brewer Reef sekitar 5 kilometer dari hotel. 

Akhirnya, floatel di jual ke perusahaan Jepang dan dipindahkan ke Kota Ho Chi Minh, Vietnam dan beroprasi sebagai Saigon Floating Hotel. Hotel tersebut bertahan di Vietnam selama 10 tahun sebelum akhirnya dibawa ke Korea Utara. 

Pada tahun 2008, setelah 10 tahun di Korea Utara ada sebuah insiden seorang turis Korea Selatan ditembak di hotel tersebut oleh seorang tentara Korea Utara. Dan ,akhirnya hotel tersebut ditutup pada tahun 2018. 

Setelah bertahun-tahun tak beroperasi, Presiden Korea Utara, Kim Jong-Un sempat mendatangi hotel ini dan mengatakan bahwa hotel ini tidak memiliki karakter nasional negaranya begitupun arsitekturnya. Hingga akhirnya ia berniat untuk membangun kembali hotel apung dengan selera dan estetika Korea Utara.

Banyak yang mengatakan bahwa ini menandai akhir dari hotel terapung pertama di dunia setelah 3 dekade manajemen berganda yang berusaha mempertahankannya.


(yyy)

MOST SEARCH