FAMILY

Bahaya Dehidrasi Selama Kehamilan

Raka Lestari
Jumat 19 Juni 2020 / 16:14

Jakarta: Minum air putih yang cukup merupakan hal yang harus dipenuhi, baik dalam kondisi hamil atau tidak. Kekurangan asupan air, bisa menyebabkan dehidrasi dan ini merupakan salah satu hal yang membahayakan bagi mereka yang sedang hamil.

“Saya menyarankan pasien saya untuk minum satu liter air putih sebelum sore hari dan satu liter pada malam hari dengan total dua liter per hari,” ujar Jana Flesher, seorang bidan bersertifikat. 

Jumlah tersebut mungkin terasa banyak, tetapi jika kamu minum dalam rentang waktu yang cukup sering maka dua liter bukanlah jumlah yang banyak.

“Jika Anda seorang wanita hamil yang tidak terlalu suka minum air putih, Anda tetap dapat terhidrasi dengan baik melalui minum susu atau minum susu non-dairy seperti susu kacang almond dan kaldu juga bisa menjadi pilihan yang baik,” ujar Flesher.

Selain itu, usahakan untuk menghindari minuman dingin. “Minuman hangat atau minuman suhu ruang pada dasarnya bisa menghidrasi tubuh lebih cepat. Satu cangkir air hangat dengan lemon peras, madu, dan jahe parut bisa dikonsumsi pada pagi hari. Selain dapat menghidrasi tubuh, juga dapat mengurangi mual dan melancarkan pencernaan,” tambah Flesher.

embed

(Perlu diingat, dehidrasi juga bisa menyebabkan berkurangnya cairan ketuban pada akhir kehamilan. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com)

Menurut Cleveland Clinic, mengonsumsi makanan yang memiliki kandungan air yang tinggi seperti semangka, mentimun, dan selada juga bisa membantu tubuhmu tetap terhidrasi. Jika kamu tidak mendapatkan asupan cairan yang cukup, kamu bisa mengalami maternal overheating yang bisa menyebabkan cacat tabung saraf pada bayi.

Efek lain dari dehidrasi adalah kepala pusing. “Pada trimester pertama dan kedua pada kehamilan, dehidrasi bisa menyebabkan tekanan darah rendah. Hal ini bisa menyebabkan seorang wanita hamil pingsan. Selain pusing, Anda juga bisa mengalami kelelahan, mual, dan konstipasi,” jelas Flesher.

Selain itu, dehidrasi juga bisa menyebabkan berkurangnya cairan ketuban pada akhir kehamilan. Kantung ketuban ini berguna untuk melindungi bayi dan membantu perkembangan otot, anggota badan, paru-paru, dan sistem pencernaan. Sehingga, penting sekali untuk menjaganya agar cairan di dalamnya terpenuhi.


(yyy)

MOST SEARCH