FAMILY

Begini Caranya Jawab Pertanyaan "Kenapa Belum Menikah?"

Sunnaholomi Halakrispen
Rabu 05 Agustus 2020 / 15:38

Jakarta: Ada orang yang punya banyak pertimbangan tentang calon pasangan hidupnya. Ada juga yang memiliki luka batin mendalam atau orang yang merasa tidak patut dicintai. Sehingga, mereka belum memiliki pacar atau kekasih dalam waktu yang cukup lama. 

Namun, orang lain mungkin berkata, "wah terlalu memilih pasangan nih," atau "sudah punya pacar tetapi kok belum menikah? Kenapa?" 

Mungkin sebagian dari Teman Gaya pernah ya mendengar pertanyaan yang bertubi-tubi seperti itu. Lantas, bagaimana cara tepat untuk menangani pertanyaan ajaib tersebut?

Menurut Psikolog Klinis dan Sexuality Educator Inez Kristanti, M.Psi., Psikolog, perhatikan bagaimana konteks ketika orang itu melontarkan pertanyaan itu. Selain itu, pikirkan juga tentang apa tujuan yang ingin kita mau terhadap orang tersebut. 

Misalnya, ketika obrolan orang itu kita dapatkan di dalam konteks yang sedang berkumpul dengan keluarga atau teman lama yang sebenarnya tidak dekat dengan kita. Kamu pun tahu kalau orang tersebut berbicara seperti itu hanya untuk basa-basi atau sekadar bertanya.

embed

(Inez menyarankan sebaiknya ditanggapi dengan santai apabila memang konteksnya pun terbilang cukup santai. Foto: Ilustrasi. Dok. Pexels.com

"Seperti (orang itu) tidak tahu mau ngomong apa (kepada kita), 'Mana pasangannya? Kok masih sendiri?' Kalau konteksnya bercanda, mungkin aku akan lebih prefer dibalas dengan bercanda saja," ujar Inez dalam Ngobras Medcom.id.

"Kan enggak harus dibawa serius, misalkan dijawab dengan, 'Oh iya masih ingin kerja karena aku lagi senang banget nih kerja. Tenang saja, aku pun enggak pusing. Jadi enggak usah dipusingin ya'," tambahnya.

Maka dari itu, kata Inez, sebaiknya ditanggapi dengan santai apabila memang konteksnya pun terbilang cukup santai. Akan tetapi, beda cerita untuk orang-orang yang cukup sering membicarakan hal itu kepada kita, atau dengan kata lain, membuat kita gerah (geram).

"Di situ kita bisa mengkomunikasikan apa pendapat kita secara lebih tegas. Misalnya, (kita merasa) sepertinya kalau orang ini enggak dijelasin, dia akan bertanya lagi di kemudian hari. Jadi daripada repot menjelaskan lagi, lebih baik jelasin sekarang," paparnya.

"Kalau enggak akan ketemu lagi dengan orang itu atau jarang-jarang, mungkin ditanggapi sekenanya saja secara santai pun sudah cukup," pungkas Inez.


(yyy)

MOST SEARCH