FEATURE

Penari Aesha Ash Melawan Stereotip Kulit Berwarna dengan Balet

Sandra Odilifia
Rabu 17 Juni 2020 / 10:44

Jakarta: Aesha Ash adalah penari balet profesional dari Rochester, yang memiliki pengalaman delapan tahun menari Balet di Kota New York. Namun, sebagai salah satu dari sedikit wanita kulit berwarna gelap yang menari balet secara profesional, dia sering mendapati dirinya disalah artikan dan dihadapkan dengan stereotip sepanjang karirnya.

Sebagai tanggapan, ia membentuk Swan Dreams Project pada tahun 2011, sebuah proyek fotografi yang menampilkan gambar-gambar mencolok tentang dirinya yang mengenakan pakaian tutu dan pointe elegan di jalan-jalan pusat kota Rochester. 

embed

(Sebagai salah satu dari sedikit wanita kulit berwarna gelap yang menari balet secara profesional, Ash sering  dihadapkan dengan stereotip sepanjang karirnya. Foto: Dok. YouTube/@Greatbigstory)

"Saya ingin menunjukkan kepada dunia bahwa keindahan dan keanggunan tidak ditentukan oleh status atau ras," ujar Ash dikutip dari Great Big Story. 

"Melalui penggunaan citra dan karir saya sebagai penari balet, saya menantang stereotip yang ada untuk wanita kulit berwarna, khususnya yang berasal dari komunitas dalam kota," tambahnya. 

Lebih dari sekadar balet

Gambar-gambar dari projeknya dimaksudkan untuk mendiversifikasi definisi kecantikan masyarakat dan untuk menggaris bawahi cara-cara di mana perempuan warna memecah stereotip.

Komunitas Rochester telah bereaksi sangat positif terhadap proyeknya. "Dampak yang saya dapatkan sangat dalam, terutama dari orang-orang di jalan," ujarnya.

Ash mulai beralih ke balet karena dia menikmati tantangannya. Tidak hanya karena lebih sulit secara fisik dan teknis, tetapi juga karena menikmati tantangan menjadi satu-satunya penari balet berwarna. 

Menurutnya Ash satu gambar viral yang membuat dirinya tersadar, yaitu ketika ia bersama gadis-gadis kecil yang melakukan beberapa kelas balet. 

embed

(Ash ingin menunjukkan kepada dunia bahwa keindahan dan keanggunan tidak ditentukan oleh status atau ras. Foto: Dok. YouTube/@Greatbigstory)

"Saat itulah aku sadar aku punya sesuatu. Ini harus lebih besar dari ini, dan itu mulai berubah dan berkembang. Kemudian orang-orang mulai meminta penampilan," jelas Ash.

"Penting bagi gadis kita melihat sisi itu dari diri mereka sendiri, karena bagi banyak, anak sulit untuk menjadi apa yang tidak bisa kamu lihat. Saya tidak melihat balerina hitam sebelumnya dan saya memutuskan, itulah yang saya inginkan," ungkapnya. 

Ash mengatakan, hal itu sangat penting baginya untuk berada di lingkungan itu dan menampilkannya karena dari sinilah Ash berasal. Lebih dari sekadar balet.


(yyy)

RELATED ARTICLE

MOST SEARCH