FAMILY

Mengenal Binge Watching dan Dampaknya bagi Kesehatan

Kumara Anggita
Selasa 18 Agustus 2020 / 15:31

Jakarta: Pernahkah kamu merasa sayang melewatkan episode drama korea atau serial televisi di platform streaming, sehingga kamu rela menontonnya secara maraton agar ceritanya tidak terlewatkan? Hati-hati ya, bisa jadi kamu terkena dampak binge watching.   

Binge watching atau menonton serial televisi secara maraton sering dijadikan sarana pelepas stres sebagian orang. Ini merupakan perilaku yang membuat orang sulit mengontrol berapa banyak waktu yang ia habiskan untuk menonton. 

Sekilas memang tampak memuaskan dan mengisi kebosananmu, namun sesungguhnya binge watching memberikan banyak dampak buruk bagi kesehatan, seperti:

1. Membuatmu kecanduan

Dikutip dari Northwester Medicine, menonton film favorit sampai puas bisa membuat kamu merasa seperti melayang atau “high”. Ini karena Saat kamu terlibat dalam aktivitas yang disukai, otak menghasilkan dopamin yang merupakan zat kimia yang mendorong perasaan senang, gembira, dan bahagia. Pelepasan dopamin membantu kita merasa baik dan itu menghasilkan "high" yang serupa dengan yang dipicu oleh obat-obatan dan zat lain. 

Sebanyak 73 persen orang yang disurvei oleh Netflix melaporkan bahwa mereka merasa bahagia saat binge watching.

“Perilaku dan pikiran kita, bila diulangi dari waktu ke waktu, dapat menjadi pola dan kebiasaan saraf aktual yang sulit dihancurkan atau diubah. Dan, seperti perilaku adiktif lainnya, binge watching dapat menciptakan kecanduan semu pada pertunjukan, jelas Danesh A. Alam, MD, psikiater kecanduan bersertifikat dari Northwestern Medicine Behavioral Health Services..

Akibatnya, menonton maraton dapat memengaruhi hubungan, tujuan, dan komitmen kamu secara negatif. Kamu pun jadi tak punya waktu untuk hal lain selain menonton. 

Selain itu, kamu mungkin akan menjadi defensif, mudah tersinggung atau tidak masuk akal ketika diminta untuk berhenti. Bahkan, mungkin mulai berbohong untuk menutupi kebingungan.

2. Mengisolasi 

Menonton TV untuk waktu yang biasa seperti 1-3 jam menjadi cara untuk bersantai. Ini membawa kelegaan sementara dari stres sehari-hari dari pekerjaan, sekolah dan pengasuhan anak.

Namun, binge watching berbeda. Kebiasaan ini bisa memutuskan hubunganmu dengan manusia lain.

embed

(Binge watching dapat memberi efek kecanduan. Mungkin kamu akan menjadi defensif, mudah tersinggung atau tidak masuk akal ketika diminta untuk berhenti. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)

3. Mengganggu tidur 

Penelitian menunjukkan bahwa menonton episode berurutan dari acara favorit dapat menggairahkan otak, sehingga mengganggu kemampuanmu untuk tidur. Melanjutkan setiap episode dapat menyebabkan begadang di malam hari dan hasilnya tentu membuat kamu merasa lelah keesokan harinya.

5. Depresi dan cemas

Satu studi menemukan bahwa orang yang menonton lebih banyak menderita kecemasan dan depresi (mungkin karena isolasi).

6. Masalah punggung

Postur tubuh yang buruk dapat menyebabkan tulang belakangmu melengkung atau lemah.

embed

(Melanjutkan setiap episode dapat menyebabkan begadang di malam hari dan hasilnya tentu membuat kamu merasa lelah keesokan harinya. Foto: Ilustrasi. Dok. Freepik.com)

7. Kekurangan oksigen

Duduk dalam waktu lama akan mengecilkan kapasitas sepertiga paru-paru.

8. Malas bergerak

Perilaku ini juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

9. Lingkar pinggang lebih besar

Selama binge watching kamu akan cenderung tidak berolahraga dan lebih sering mengemil junk food. Sudahjelas ya, efek negatifnya dapat diketahui setelah dua minggu makan berlebihan.


(yyy)

MOST SEARCH