INTERIOR

Rumah Bergaya Jepang di Tengah Kota Texas

Intan Yunelia
Kamis 02 Juli 2020 / 09:21

Jakarta: Mendiang Frank Lloyd Wright merupakan salah satu arsitek berkebangsaan Amerika yang terkenal dengan desain-desain bergaya Jepang. Desain rumah yang dibuatnya sangat membumi dengan gaya modernisme Jepang.

Bangunan-bangunan arsitektur bergaya Jepang, biasanya diilhami dari perjalanan ke Jepang seperti ritual peralihan bagi banyak arsitek di Amerika Serikat. 

Arsitek Christopher Robertson yang mengelola perusahaan 'Robertson Design' bersama sang istri, Vivi Ngunyen mengatakan saat melihat proyek-proyek dari arsitek Tadao Ando. Ia memutuskan untuk mengerjakan rumah beton dengan biaya jauh lebih murah. 

"Kami menyukai pendekatan minimalis yang sedikit Brutalis Ando ambil dan ingin menciptakan kembali beberapa keajaiban dalam proyeknya menjadi milik kita," kata Robertson.

Rumah yang mereka tempati bersama keluarga kecil mereka terdiri dari dua lapis yang bertumpukan letaknya. Di satu sisi di kayu dan satu lagi di beton. Keduanya bisa langsung mengakses halaman belakang yang bergaya taman batu lalu ke dapur, ruang tamu, ruang makan terbuka yang jauh lebih besar. 

embed

(Robertson mengatakan dari luar, rumah itu dibaca seperti bunker beton. Tapi, ketika kamu memasukinya yang terlihat adalah rumah terbuka dan diisi dengan cahaya. Foto: Dok. Jack Thompson/architecturaldigest.com)

"Urutan ini sangat umum dalam arsitektur perumahan Jepang dan ditiru oleh Frank Lloyd Wright dalam desain rumah Amerika-nya," ujar Robertson.

Di sekeliling rumah ada tembok pembatas beton yang menutupi halaman masuk. Dan, yang mengambang di atas adalah tingkat kamar tidur, yang dibungkus dengan fasad laras Siberia, kayu lunak yang menjadi bahan eksperimen para arsitek. 

Sementara, volume beton menunjukkan sangat sedikit jendela dari depan, itu membuka ruang ke dinding jendela dan cahaya langit empat kali empat kaki pada interior yang memungkinkan banyak (menyebar) cahaya matahari di Kota Texas.

"Dari luar, rumah itu dibaca seperti bunker beton, tetapi ketika Anda memasukinya yang terlihat adalah rumah terbuka dan diisi dengan cahaya," jelas Robertson. 

embed

(Ruang kerja dapat disembunyikan di balik pintu geser. Foto: Dok. Jack Thompson/architecturaldigest.com)

Di lantai dasar, semua akan terkejut karena akan menemukan kabinet khusus dinding oleh Poliform dimulai dari ruang makan, kemudian meluas ke dapur dan berubah menjadi perapian untuk ruang tamu.

Dan ketika seseorang menaiki tangga ke kamar tidur tingkat yang dibungkus kayu, ada perpustakaan mezzanine yang menyediakan sudut nyaman untuk membaca. 

Meskipun kecil, rumah ini sangat layak huni dan mengundang penasaran. Dan, boleh jadi tempat ini sangat sempurna bagi keluarga untuk bersantai sekaligus bekerja. 

"Rumah itu terasa sangat hangat untuk rumah yang terbuat dari beton. Beton benar-benar adalah bahan yang hidup, itu bukan hal yang sempurna ini. Anda tidak pernah tahu apa yang Anda dapatkan ketika melepas bekisting. Cahaya langit yang tertutup kerai berada di atas dapur, ruang tamu, dan area ruang makan. Itu adalah sesuatu yang kami pinjam dari arsitektur Jepang modern," pungkasnya. 


(yyy)

MOST SEARCH